More Links

Dhamma itu indah diawalnya, indah dipertengahan, dan indah pula pada akhirnya.

Selasa, 26 Maret 2013

Kemurahan Hati dewi Kuan Im

     Pada Jaman Dahulu kala dinegri China, hiduplah seorang pemuda bernama Shu, pemuda ini sangat baik hati dan suka menolong.
Tenaganya yang besar digunakan untuk berbuat kebaikan, hampir setiap hari ia gunakan seluruh kehidupannya untuk berbuat kebaikan. mulai dari menggangkat barang-barang berat, menolong nenek membawa belanjaan dan lain-lainnya.
     Suatu hari ketika ia beristirahat, ia mendengar percakapan kedua orang tentang Dewi Kuan Im  yang Hidup di pulau Phut Huo. "Dewi itu bisa mengabulkan semua permintaan kita !" kata Orang pertama. "tapi Dewi hanya mau menjawab 3 pertanyaan saja jika ada yang beruntung !"kata orang kedua.
lalu Ia bertanya kepada kedua Orang Itu. "Maaf Apakah Dewi itu?" "Kamu tidak tahu, dia adalah dewi Kuan Im, dewi welas asih " "ia dia bisa menolong penderataan siapa saja !"
"Kenapa kau tidak tanyakan kepada dewi Kenapa kau berbuat baik setip hari namun nasibmu masih saja Miskin?"lanjut lagi orang itu.
Shu bergumam "Benar juga, aku akan tanyakan !" lalu langsung berlari untuk menuju ke pulau Phut Huo.
     Sampai di tepi laut ia termenung, ia memang miskin, untuk membeli tiket perahu saja ia tidak bisa, akhirnya hanya bisa duduk ditepi pantai sambil berkata "Gimana aku bisa bertemu Dewi ya ?"...
Tiba-tiba datang dari permukaan air laut seekor ular putih besar menghampiri Shu, Shu yang kaget hampir berlari, namun ular itu berkata "Jangan takut, aku akan membantumu menyebrangi laut ini asalkan kau mau menitipkan satu pertanyaanku kepada Dewi Kuan Im !" terang si Ular. "baiklah, apa pertanyaanmu ? "Shu tidak takut lagi.
"Kau Tanyakan Kenapa aku sudah bertapa seribu tahun namun belum bisa menjadi dewa naga?, jangan lupa ya, ayo naik ke punggungku !" kata si Ular besar itu.
     Dengan menaiki punggung ular, Shu akhirnya dapat menyebrangi lautan dan menuju ke  pulau Phut Huo...
Shu berjalan terus menuju tempat Dewi, tak terasa hari semakin malam, tapi ia tak punya uang untuk bermalam.., dan disekitar situ ia melihat sebuah rumah megah bagai istana.ia mengetuk pintu untuk menginap semalam, dan beruntung si nyonya majikan mengijinkannya menginap dirumah besar itu.
     Paginya ketika ia berpamit dengan nyonya rumah, ia melihat si Nyonya Rumah menangis, ia bertanya "Nyonya, apakah gerangan yang membuat nyonya menangis sedih !"Shu penasaran.
Ia menggajak Shu ke sebuah kebun, ia lihat kebun si Nyonya kosong tidak ada satu bungapun yang tumbuh disana . "Ini kenapa kebun besar ini tidak ditumbuhi oleh bunga ?"Shu Kaget dan heran. "saya pun tak tahu !"kata sinyonya sedih .
"jangan khawatir nyonya, saya akan tanyakan kepada Dewi kuan Im, karena nyonya telah baik kepada saya, akan saya bantu nyonya !"jawab Shu. Nyonya itu tersenyum dan mengantar kepergian Shu menemui Dewi Kuan Im..
     Ditengah perjalanan, perut Shu lapar, dan mengeluarkan bunyi, ia tak membawa uang sepeserpun, ia duduk dibawah pohon dekat sebuah kedai Mie.
Tiba-tiba si Tukang Mie memberikan semangkuk mie untuknya, Shu tentu saja tak sungkan, ia melahap semua Mie itu dengan perasaan bahagia.
Sipenjual Mie ini tiba-tiba menitikan air mata, dan terlihat oleh pemuda Shu. "Pak, kenapa anda sedih?" Tanya Shu. "Aku memiliki Putri yang sangat cantik, namun sayang, sejak kecil ia tak bisa bicara !"kata sipenjual mie sedih. Shu ingin membantu menanyakan kepada dewi kuan Im, namun ia telah memiliki 3 pertanyaan, pertanyaan si Ular, si Nyonya dan dirinya.
Akhirnya ia putuskan untuk membantu si penjual Mie itu, ia berkata : "Jangan Khawatir pak, saya akan tanyakan kepada Dewi Kuan Im kenapa anak bapak yang cantik tidak bisa berbicara !"lanjut shu sambil berpamit menuju tempat Dewi Kuan Im.
     Singkatnya Shu Tiba ditempat dewi, ia orang yang tidak egois, ia menanyakan ketiga pertanyaan dari para penolongnya, dan melupakan pertanyaannya dirinya sendiri kenapa dirinya miskin, ia sudah tak peduli lagi.
Untuk pertanyaan si Tukang Mie, dewi menjawab : "ia akan berbicara ketika bertemu jodohnya!". ia segera memberitahukan kepada tukang Mie bahwa Putrinya yang cantik akan berbicara ketika bertemu dengan jodohnya, dan tiba-tiba saja putrinya yang cantik bisa berbicara ketika bertemu dengan Shu..Shu Gugup dan tak menyangka bahwa ia adalah jodohnya si gadis cantik itu.
dengan membawa gadis cantik sebagai istrinya, Shu mampir ke tempat nyonya pemilik rumah besar yang kebunnya tidak tumbuh bunga."Dewi berkata, dekat sini ada Gudang harta, kalau anda menyingkirkan setengah harta anda, maka anda akan memiliki kebun yang penuh bunga yang indah !" Kata Shu.
"Maukah kau membawa setengah harta saya, saya akan sangat berterima kasih !"kata si nyonya, Shu kaget bukan main, ia menerima uang emas sebanyak 3 gerobak...
     Mendekati Pantai, dengan istri yang cantik, dan 3 gerobak uang emas shu memanggil siular, dan tak lama si Ular pun keluar menemui Shu. "Apa kata Dewi ?bagaimana aku bisa menjadi dewa naga ?" tanya ular itu. " Dewi berkata, dikepala mu ada 9 permata, jika kau mau melepaskan ke 9 permata itu, kau bisa menjadi dewa naga !"Jawab Shu. "temanku yang baik, permata kepalaku untuk mu saja, kau harus mengambilnya dari kepalaku ya, bantu aku sekali ini saja !" akhirnya shu mencabuti 9 permata yg gedenya sebesar kelapa,dan setelah mencabut yg kesembilan, ular itu menjadi naga dan terbang kelangit, sedangkan Shu menjadi Orang terkaya dan memiliki istri yang cantik setelahnya...the end...
Untuk orang yg selalu berbuat untuk orang lain, Dewi telah memberikan kemurahan hatinya kepada Shu, sesuai karma, tanamlah benih2 kebajikan yang kelak akan berbuah dengan kebajikan juga._/\_dan janganlah mengharap sesuatu dalam berbuat baik, karena Dewi Kuan Im Tahu akan niatan kita yang baik.


Kamis, 21 Maret 2013

Kisah Keledai Tua

     Tersebutlah disebuah desa, tinggal seorang kakek dan keledai kesayangannya, keledai itu dalam kesehariannya sangat membantu si kakek, dari mulai membawakan barang yang berat, bertani, dan lain-lainnya.
     Suatu Hari, ditengah malam, keledai itu masuk kesebuah sumur kosong, dan jatuh kedalamnya.Suaranya yang keras membangunkan sikakek pemilik keledai tersebut.
Sikakek kaget bukan main, segera ia mencari tali dan melemparkannya kepada si Keledai, tapi si keledai tak bisa memegang tali itu.
lalu diambilnya sebatang kayu, mengulurkan nya kepada sikeledai, tapi tetap saja keledai tak bisa meraihnya.
    Akhirnya semalaman ia melakukan hal sia-sia,lalu ia duduk terdiam di tepi sumur itu, sementara teriakan si keledai semakin kencang membangunkan tetangga..
dengan bercucuran  air mata, si kakek memutuskan untuk membunuh sikeledai dengan cara menimbunnya dengan tanah, karena ia tak tega dengan teriakan sikeledai.
     Sikakek mengambil pacul, ia mulai mengisi sumur itu dengan tanah, tetangga yang melihat itu langsung membantu pak tua itu dengan peralatannya juga mulai mengisi sumur itu dengan tanah.
gundukan tanah mengenai punggung si keledai, tapi keledai itu pintar ia menggoyangkan tubuhnya setiap ada gundukan tanah diatasnya.dan setiap meninggi, ia jadikan pijakan.
lambat laun tanah itu hampir memenuhi sumur dan keledai itu melakukan hal yang sama dan akhirnya ia terbebas dari sumur itu.
sikakek mengusap air matanya dan memeluk sang keledai kesayangannya.
makna dari cerita ini adalah keledai adalah kehidupan kita, dan setiap permasalahan yg datang pada kita ibarat tanah yang menimbun keledai itu, jika kita tidak bisa berbuat seperti keledai itu, menerima masalah menjadi sebuah pijakan, ataukah kita hanya bisa pasrah tertimbun dan menunggu meninggal? pilihan semua ada pada anda, setiap manusia memiliki permasalahan, jadikan permasalahan sebuah pijakan untuk kita bangkit dari lubang kesengsaraan, namaste _/\_

Minggu, 16 Desember 2012

Belajar dengan cinta

     Mungkin kalau kita melihat sosok Narapidana adalah seorang yang kejam, sangar dan tidak bisa diubah, tapi sesungguhnya mereka bisa memiliki hati yang mulia, ini terjadi di Amerika, dimana diadakan sebuah Program untuk para narapidana, mereka diwajibkan untuk memelihara seekor anak anjing yang kelak akan diserahkan kepada Orang buta untuk jadi penuntun jalan.
    Awalnya memang sulit, tapi setelah dijalankan, nampak beberapa napi yang sangar tampak berubah setelah memiliki sahabat, mereka dengan kasih sayang membesarkan anak-anak anjing itu.
ketika sang anjing beranjak dewasa, maka narapidana harus berpisah dengan anjing-anjing peliharaannya, tak jarang dari mereka yang menangis, dan ketika ditanya oleh seorang wartawan, kenapa mereka menangis? mereka menjawab, ternyata, kami ini masih manusia, masih bisa menangis, masih bisa bersedih kehilangan walaupun dengan seekor anjing, tapi ini juga tangisan bahagia, karena masih bisa berbuat sesuatu untuk orang-orang buta.
     Mereka mungkin Narapidana, mereka mungkin dianggap sampah masyarakat, namun sesungguhnya ada cinta dalam diri mereka, kalau saja kita belajar dari cinta para Narapidana yang masih bisa menangis untuk seekor anjing, mungkin cara ini tepat agar mereka juga lebih manusiawi, dikenalkan dengan sahabat yang mereka latih dan besarkan sendiri. ikatan yang kuat antara narapidana dan anjing itu merupakan benih cintakasih.kalau saja pemerintah Indonesia juga menerapkan hal itu kepada Narapidananya, tentu mereka akan selalu bersyukur dengan semua itu.manusia dilahirkan spesial,memiliki rasa cinta dan kasih sayang, seperti Guru agung Buddha Gotama Katakan, kebencian akan berakhir kalau dibalas dengan cintakasih.Namaste _/\_

Selasa, 02 Oktober 2012

Menampilkan Bilangan genap

Karena ini tugas kuliah, maka saya coba posting disini.
menampilkan bilangan genap dari 1-20
codingnya:
#include
int main()
{
    int x;
    cout<<"bilangan genap 1-20 :"<    for(x=1;x<=20;x++) //for dan while hampir sama adalah bentuk pengulangan statement
    {
        if(x % 2 == 0) //if adalah logika, X % 2 adalah sisa hasil menimbulkan bilangan genap
            cout<    }
    return 0;
}

penggunaan while pun hampir sama
#include
int main()   
{
int x;
x=1;
while(x<=20)  //karena diminta hanya sampai 20, kl lebih, ketikan sendiri angkanya.
{
 if(x % 2 == 0) //ini adalah rumusannya.
cout<x++;  //x++ adalah menambah 1 keatas.
}
semoga bermanfaat.



Menampilkan Bilangan genap

Karena ini Tugas Kuliah, dan saya harus menampilkan di Blog saya,
berikut adalah Penggunaan C++ dalam menentukan Bilangan genap dari 1-20.
codingnya:
#include
int main()
{
    int x;
    cout<<"bilangan genap 1-20 :"<    for(x=1;x<=20;x++) //for dan while adalah bentuk pengulangan statement(sama aja)
    {                               //x++=menambah 1keatas.
        if(x % 2 == 0) //ini adalah kunci rumus bilangan ganjil, if adalah logika.
            cout<    }
    return 0;
}

bisa juga menggunakan bahasa while
while(x<=20)
{
if(x % 2 == 0)
cout<
x++; menambah 1 keatas.
sama aja, yang penting fungsinya (x % 2 == 0)
semoga bermanfaat.

Jumat, 14 September 2012

Tukang Sabun dan Samanera

     Tersebutlah seorang Samanera sedang berjalan berdampingan dengan seorang Tukang Sabun. kala melewati sebuah restoran, mereka melihat ada seorang anak kecil sedang mencari sisa makanan diluar sementara orang didalam restoran makan banyak yang tidak dihabiskan.
Tukang Sabun :"ckckck, coba lihat,ironisnya yach, kenapa ada anak sampai kelaparan kaya gitu dibiarkan aja, ah percuma donk banyak pemuka agama di bumi ini !!"sindir situkang sabun, sementara si samanera cuma bisa diam tak berkata apa-apa.
    Melewati jalan lagi, kali ini mereka mendapati seorang wanita dicopet oleh pencopet tasnya.lagi-lagi tukang sabun berkata : "semakin kacau sikap manusia, apa aja sih yang kamu ajarkan itu, ck ck ck,." sambil menggoyangkan kepalanya.si samanera diam saja, ia memang tak tau mau berkata apa, 2 kali tukang sabun menyinggungnya.
  Kemudian taklama, terjadi perkelahian, tampak seseorang digebukin dijalanan, Tukang sabun berkata lagi : " Astagaa,..kenapa semakin brutal ya, apakah kau yakin telah menyebarkan ajaran baik kedunia ?" tanya ia sambil meledek. samanera tetap masih diam tak berkata.
   Dan ketika melewati jalan kampung, tampak sekelompok anak-anak bermain bola diatas lumpur, sehingga pakaian mereka kotor semua, namun kali ini samanera yang bicara duluan. "ck ck ck ck,..apa Gunanya sabun kalau manusia itu lebih suka main dalam kekotoran !" Tukang sabun merasa tersinggung dia menjawab : " Eit,..mereka belum mengenal sabunku, sabun TOP, sekali mandi pasti kuman-kumannya ilang semua !".
samanera melanjutkan : " Orang-orang yang kau lihat sama seperti anak-anak ini, berapa lama sabunmu bisa membersihkan, merekapun esok akan main kembali, dan kembali berulang, sabun ibarat pemuka agama, yang mau menghilangkan kekotoran sifat manusia, namun manusia sendiri yang menjebloskan dirinya kejurang kekotoran, jadi jangan menyalahkan pemuka agama, dan sabunmu !" kata samanera sambil tersenyum. " . tukang sabun merasa malu, ia dan samanera melanjutkan perjalanannya.
Ya kepolosan tukang sabun adalah cerminan keingin tahuan kita, namun apakah kita berpikir setiap kejahatan, kekotoran bathin hanya kita sendiri yang tau dan kita yang melakukannya, di Buddhis simple, ada karma, siapa penabur kejahatan akan memetik kejahatan, pembuat kebaikan akan memperoleh kebaikan, jadi kesimpulannya, untuk menjadi kotor itu sangat gampang, tapi untuk menjadi bersih, sangatlah sulit, mari kita bercermin diri demi kemajuan bathin sendiri_/\_ namaste

Kamis, 30 Agustus 2012

Dan Itupun akan Berlalu


     Tersebutlah Sepasang suami Istri yang sedang menghadap seorang Bhikkhu, mereka bercerita, bahwa belum mengenal Dhamma dan tidak tau apa itu Dhamma.
      Sang Bhikkhu melihat kedua orang itu sambil tersenyum, lalu diajaknya duduk bertiga dan sang Bhikkhu mulai mengenalkan Dhamma kepada pasangan itu. yang pria mendengarkan dengan seksama, sedang Istrinya yang berasal dari Agama Lain bukan dari Buddhis merasa ucapan Bhikkhu ini sangat panjang dan melelahkan, akhirnya ia keluar dari ruangan meninggalkan suaminya yang masih tetap semangat mendengarkan Dhamma dari Bhikku tersebut.
    Sepasang Suami Istri itu sebenarnya adalah orang kaya yang memiliki banyak perusahaan dan memiliki kekayaan yang amat sangat banyak sekali.
saat sore harinya sang suami pamit kepada Bhikkhu itu, lalu kembali kerumahnya dengan istrinya.
    Selang beberapa hari ketika mereka sedang liburan, seorang karyawannya menelpon, bahwa Pabrik miliknya yang disuatu daerah habis karena kebakaran akibat arus pendek, mendapati khabar demikian, sang Suami sesaat hanya diam dan berkata "dan itupun akan berlalu " sementara Istrinya masih mengoceh dan memaki dan memarahi karyawannya itu, tdk terima sampai disitu saja, ia bahkan berteriak teriak sama suaminya, dan tak lama pingsan taksadarkan diri.
    Istrinya masuk rumah sakit shock karena pabriknya ludes dalam satu hari.sang Suami dengan sabar dan berkata, "sudahlah ma,lupakan saja, semua itu akan berlalu !" mengingat kata-kata itu, Istrinya semakin histris dan pingsan lagi, sehingga dlm perawatan dokter ia akhirnya dinyatakan menderita depresi dan menuju kearah kejiwaan.dan harus dirawat dirumah sakit jiwa.
kalau saja Suaminya tidak mendapat bimbimgan Dhamma singkat oleh Bhikkhu itu kemungkinan ia pun akan menderita hal yang sama dengan yang dialami istrinya, Dhamma itu kalau kita bisa tidak cuma mengerti tapi merealisasikan, bahwa sesuatu yang berkondisi tidak lah kekal, maka mental kita mendapat makanan, makanan spiritual, bayangkan betapa sibuknya hidup kita, bekerja mengumpul kekayaan, begitu kekayaan menjauh, kita drop bahkan bisa sakit, misalnya orang kaya memiliki harta 5 milyar, habis ditipu org 3 milyar, tinggal sisa 2 milyar, malah mati bunuh diri, aneh, coba bayangkan 2 milyar mungkin jauh lebih dari cukup daripada tdk punya apa-apa, inilah pola pikir, disertai kilesa, kekotoran, keserakahan, dan kemelekatan.
Bagi yang mengetahui Dhamma, hendaknya kita menerapkannya dlm kehidupan kita, ketika dipuji, penuh dengan kesadaran berkata dlm hati "inipun akan berlalu" ketika dicela atau berada dlm kesusahan berkatalah dlm diri sendiri "dan inipun akan berlalu " ya,.semuanya akan berlalu _/\_Namaste